Cara Mengatasi Stress Yang Berlebihan

GerakanKita.com – Stress merupakan kondisi yang sangat umum terjadi. Dalam kondisi normal, stres bisa memberikan dampak positif, misalnya membantu Anda bekerja lebih cepat ketika harus menyelesaikan tugas sebelum tenggat waktu.

Namun, stres yang berlebihan dan berkepanjangan dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan mental maupun fisik.

Dampak Stres terhadap Kesehatan
Stres yang berkepanjangan bisa memicu berbagai penyakit. Ketika stres, tubuh melepaskan hormon kortisol dan adrenalin yang membuat kerja jantung menjadi lebih cepat. Hormon-hormon tersebut juga bisa membuat Anda merasa mudah lelah.

Selain itu, daya tahan tubuh atau imun sistem seseorang yang sedang stres juga akan menurun. Tubuh menjadi sulit melawan virus atau bakteri dan Anda pun lebih mudah terserang penyakit. Ada beberapa penyakit yang bisa Anda alami saat stres, antara lain masalah pada kulit, penyakit kardiovascular, bahkan gangguan mental seperti kecemasan, depresi, dan gangguan kepribadian.

1. Katarsis

Memendam perasaan bisa membuat anda stres berkepanjangan. katarsis bisa menjadi salah satu cara untuk mengeluarkan keluh kesah atau emosi – emosi yang terpendam, sehingga anda dapat lebih mengelola emosi anda. contoh katarsis adalah curhat kepada orang orang terdekat tentang permasalahan atau keluh kesah yang sedang anda alami. atau bisa dilampiaskan dengan memukul benda seperti bantal, samsak atau benda empuk yang dirasa masuk akal untuk dilampiaskan.

2. Olahraga secara rutin

Olahraga juga bisa meredakan stres, dengan berolahraga, otot tubuh akan lebih rileks dan pikiran Anda pun akan teralihkan sehingga bisa memperbaiki suasana hati Anda.
Anda tidak perlu melakukan olahraga berat untuk melepas stres. Cukup lakukan olahraga sederhana, seperti jalan santai atau bersepeda.

3. Lakukan meditasi

Meditasi merupakan salah satu cara untuk menenangkan pikiran, karena disaat anda melakukan meditasi pikiran anda hanya difokuskan ke satu objek selama mungkin. sehingga gelombang otak yang dominan adalah gelombang theta. gelombang theta merupakan ciri gelombang otak yang rileks.

Hasil studi menunjukkan setelah enam bulan pelatihan, jumlah kortisol di rambut peserta menurun secara drastis, rerata sebesar 25%.
Dalam tiga bulan pertama peneliti hanya melihat sedikit efek, tetapi kemudian meningkat pada tiga bulan berikutnya. Di sepertiga terakhir, tingkat kortisol tetap pada level rendah. Karena temuan ini, peneliti berasumsi bahwa pelatihan mindfulness cukup lama lah yang dapat menurunkan stres secara signifikan. Isi pelatihan juga tidak memengaruhi efeknya.

4. Lakukan Hobi yang anda sukai

Melakukan kegiatan yang menyenangkan, seperti memasak, berkebun, memelihara tumbuhan dalam rumah, melukis, atau sekadar bernyanyi, jalan – jalan bisa membuat tubuh menghasilkan hormon bahagia, yaitu dopamin. Dengan begitu, tubuh dan pikiran Anda bisa lebih rileks.

5. Mindfulness
Jalani hidup dalam waktu sekarang. hindari untuk terlalu sering memikirkan masa lalu. karena artinya anda mengalami kembali emosi-emosi yang dulu untuk dialami kembali. selain itu juga jangan terlalu mengkhawatirkan masa depan yang belum bisa dipastikan. kehidupan disaat ini merupakan kunci kebahagiaan sekaligus menjadi kunci untuk meredakan stress.

 

Jangan biarkan stres berlarut-larut dan bertambah parah hingga menyebabkan gangguan kesehatan. Bila berbagai cara mengatasi stres di atas tidak juga berhasil membawa Anda keluar dari stres, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Simak lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.